Kamis, 24 Maret 2011

Hukum Benda Jatuh


Tahun penemuan : 1598 Apa itu? Objek jatuh dengan kecepatan sama tidak peduli beratnya(massanya) Penemu ? Galileo Galilei Mengapa merupakan Penemuan Terbesar? Penemuan ini sepertinya kelihatan sangat sederhana dan sudah sangat jelas. Benda yang lebih berat tidak akan jatuh lebih cepat. Mengapa dikategorikan sebagai penemuan besar? Karena penemuan ini mengakhiri praktik ilmu pengetahuan berdasarkan teori Yunani kuno dari Aristoteles dan Ptolemi dan memulai ilmu pengetahuan modern. Penemuan Galielo membawa ilmu fisika ke Renaissance dan zaman modern. Dia mendasari Newton untuk menemukan hukum gravitasi dan hukum pergerakannya. Bagaimana ditemukan? Galileo Galilei, berumur 24 tahun, merupakan seorang profesor matematika di Universitas Pisa, Italia. Dia sering duduk di katedral lokal ketika ada permasalahan yang bermunculan di benaknya. Katedral ini selalu digantungkan lampu-lampu supaya terang. Suatu musim panas di tahun 1958, Galileo menyadari lampu-lampu di berayun dengan kecepatan yang sama. Dia kemudian memutuskan untuk menghitungnya. Dia menggunakan denyut nadi di lehernya untuk menghitung period setiap ayunan lampu. Kemudian dia menghitung juga lampu yang lebih besar dan dia menemukan bahwa ayunan mereka sama kecepatannya. Dia kemudian mencoba menggoyangkan lampu besar dan kecil secara kuat-kuat. Setalh beberapa hari dia menghitung, dia menemukan bahwa lampu-lampu ini selalu memerlukan waktu yang sama untuk menyelesaikan satu ayunan. Hal ini tidak dipengaruhi oleh ukuran ataupun beratnya suatu lampu dan besarnya ayunannya. Penemuan ini mengejutkan Galileo.Penemuan ini berkontradiksi dengan kepercayaan dasar selama 2000 tahun. Dia berdiri di depan kelasnya di Universitas Pisa, memegang batu bata dan membandingkannya, sebuah batu bata di satu tangan dan dua buah batu bata yang telah disemen bersama di tangan yang lain. "Para hadirin, saya telah memperhatikan ayunan yang berayun bolak balik. Dan saya mendapat sebuah kesimpulan. Aristoteles salah". Seisi kelas terkejut, "Aristoteles? Salah?!" Faktanya semua siswa ketika pertama kali belajar sains, yang dipelajarinya adalah karya filsuf Yunani, Aristoteles. Salah satu teorema intinya adalah benda berat jatuh lebih cepat karena masannya lebih banyak. Galileo memanjat mejanya, mengangkat batu-batu bata ini setinggi mata dan melepaskannya bersamaan. Thud! Dua-dua batu bata ini menghantam lantai. "Apakah batu bata yang lebih berat lebih cepat?" tanya dia. Seluruh anggota kelas menggeleng kepalanya. Tidak, tidak. Mereka jatuh bersamaan. "Sekali lagi!" teriak Galileo. Bam! "Apakah batu bata yang berat jatuh duluan?" Tidak, sekali lagi batu bata jatuh bersamaan. "Aristoteles salah", kata sang guru kepada siswa-siswa yang terkejut itu. Tetapi dunia ragu-ragu mempercayai Galileo. Melihat demonstrasi batu bata Galileo, ahli matematika Ostilio Ricci mengakui hanya bahwa "Batu bata ganda INI berjatuhan berbarengan dengan sebuah batu bata INI. Tetapi, saya tidak dapat dengan gampang percaya bahwa Aristoteles salah semuanya. Carilah penjelasan lain." Galileo akhirnya memutuskan dia perlu suatu demonstrasi publik yang lebih dramatis dan tidak terbantahkan. Dia akan menjatuhkan bola besi 10 pons dengan bola besi 1 pon dari Menara Belajar Pisa yang setinggi 191 kaki itu. Tidak diketahui apakah akhirnya dia betul-betul menjatuhkan bola besi atau tidak, penemuan sains telah terwujud.

Putri Agusta. KD
1 PA 04
15510435


Minggu, 20 Maret 2011

87 LEONHARD EULER 1707-1783


Di abad ke-17 Swiss punya seorang matematikus dan ahli fisika yang teramat brilian dan ilmuwan terkemuka sepanjang masa. Orang itu Leonhard Euler. Hasil karyanya mempengaruhi penggunaan semua bidang fisika dan di banyak bidang rekayasa.
Hasil matematika dan ilmiah Euler betul-betul tak masuk akal. Dia menulis 32 buku lengkap, banyak diantaranya terdiri dari dua jilid, beratus-ratus artikel tentang matematika dan ilmu pengetahuan. Kegeniusan Euler memperkaya hampir segala segi matematika murni maupun matematika siap pakai.
Euler khusus ahli mendemonstrasikan bagaimana hukum-hukum umum mekanika, yang telah dirumuskan di abad sebelumnya oleh Isaac Newton, dapat digunakan dalam jenis situasi fisika tertentu yang terjadi berulang kali. Misalnya, dengan menggunakan hukum Newton dalam hal gerak cairan, Euler sanggup mengembangkan persamaan hydrodinamika. Juga, melalui analisa yang cermat tentang kemungkinan gerak dari barang yang kekar, dan dengan penggunaan prinsip-prinsip Newton. Dan Euler berkemampuan mengembangkan sejumlah pendapat yang sepenuhnya menentukan gerak dari barang kekar. Dalam praktek, tentu saja, obyek benda tidak selamanya mesti kekar. Karena itu, Euler juga membuat sumbangan penting tentang teori elastisitas yang menjabarkan bagaimana benda padat dapat berubah bentuk lewat penggunaan tenaga luar. Euler juga menggunakan bakatnya dalam hal analisa matematika tentang permasalahan astronomi, khusus menyangkut soal "tiga-badan" yang berkaitan dengan masalah bagaimana matahari, bumi, dan bulan bergerak di bawah gaya berat mereka masing-masing yang sama. Euler satu-satunya ilmuwan terkemuka dari abad ke-18 yang (secara tepat, seperti belakangan terbukti) mendukung teori gelombang cahaya Di sini pun, rumus dasarnya pertama diketemukan oleh Leonhard Euler, dan dikenal dengan julukan formula Euler- Fourier. Mereka menemukan penggunaan yang luas dan beraneka macam di bidang fisika, termasuk akustik dan teori elektromagnetik. Euler khusus tertarik di bidang kalkulus, rumus diferensial, dan ketidakterbatasan suatu jumlah. Sumbangannya dalam bidang ini, kendati amat penting, terlampau teknis dipaparkan di sini. Sumbangannya di bidang variasi kalkulus dan terhadap teori tentang kekompleksan jumlah merupakan dasar dari semua perkembangan berikutnya di bidang ini. Kedua topik itu punya jangkauan luas dalam bidang penggunaan kerja praktek ilmiah, sebagai tambahan arti penting di bidang matematika murni.
Formula Euler, , menunjukkan adanya hubungan antara fungsi trigonometrik dan jumlah imaginer, dan dapat digunakan menemukan logaritma tentang jumlah negatif. Ini merupakan satu dari formula yang paling luas digunakan dalam semua bidang matematika. Euler juga menulis sebuah textbook tentang geometri analitis dan membuat sumbangan penting dalam bidang geometri diferensial dan geometri biasa. kenapa Euler tidak dapat tempat lebih tinggi dalam daftar urutan buku ini. Alasan utama ialah, meskipun dia dengan brilian dan sukses menunjukkan betapa hukum-hukum Newton dapat diterapkan, Euler tak pernah menemukan prinsip-prinsip ilmiah sendiri. Itu sebabnya mengapa tokoh-tokoh seperti Becquerel, Rontgen, dan Gregor Mendel, yang masing-masing menemukan dasar baru fenomena dan prinsip ilmiah, ditempatkan di urutan lebih atas ketimbang Euler. Tetapi, bagaimanapun juga, sumbangan Euler terhadap, dunia ilmu, terhadap bidang rekayasa dan matematika, bukan alang kepalang besarnya.

Putri agusta KD
1PA04
15510435